Bulan ke-9 Pandemi Covid

Masih terngiang dalam benak, akhir Februari saat virus berbahaya itu masuk ke Indonesia. Seluruh wilayah kalang kabut, saat beberapa warga terindikasi kena infeksi Covid 19. Meski saat itu beberapa petinggi negara mencoba ngeles dengan menepis issue tentang covid. Mereka ramai-ramai membuat statement bahwa virus covid tak akan pernah masuk ke Indonesia.

Tentu saja yang repot berjibaku dengan pasien adalah para garda terdepan yaitu Perawat dan Tim Dokter serta tenaga medis lainnya yang terkait. Sementara pejabat sibuk membuat pernyataan blunder, terhitung sudah ratusan ribu yang positif covid di Indonesia. Ribuan meninggal dunia dan begitu banyak yang menjalani perawatan di rumah sakit.

Di tengah gonjang-ganjing tentang virus itu, begitu banyak hal yang menjadi kontroversi dalam wilayah Indonesia. Tidak adakah yang betul-betul memandang dari sisi spiritual tentang wabah ini? Semua hanya tentang uang dan uang. Pemerintah mengguyur triliunan dana yang entah berasal dari mana untuk mencoba mengatasi dampak covid ini, namun covid terlanjur mewabah.

Sementara itu hutang luar negeri Indonesia kian meroket tajam ke peringkat keenam dunia. Apakah kita merasa ini sebuah kebanggaan dan prestasi besar? Sekali lagi, covid adalah tentang uang. Uang membutakan mata hati penyelenggara bangsa dan membuat rakyatnya kian terpuruk dalam ketidakpastian.

Dari berbagai aspek terlihat jelas, covid membuat pengeluaran anggaran menjadi kacau dan implikasinya mengarah ke sektor kesehatan paling besar. Sejumlah dana yang selama ini hanya menjadi cadangan negara, perlahan namun massive mulai digelontorkan hingga jor-joran. Tetapi semua tindakan itu tidak mampu membuat virus covid lenyap dari Indonesia. Mengapa? Karena kita tidak melakukan pemutusan mata rantai penularan virus covid tersebut. Sejak awal Indonesia melalui management pemerintah yang amatir dan bertindak otoriter nampak tak mampu mengatasi penyebaran virus yang sangat mematikan ini, terutama bagi penduduk dengan penyakit penyerta(comorbid).

Jika saja sejak akhir Februari 2020 negara melakukan Lockdown ketat seluruh Indonesia, mungkin kita bisa bernafas lega bulan ini dan bisa meminimalisir jatuhnya korban jiwa atas wabah yang telah terjadi. Namun, bukan penyesalan jika di awal musibah. Indonesia telah gagal berjuang mencegah covid,sebab sesungguhnya pengelola negara tidak berjuang untuk preventif covid. Terkesan mereka hanya menerima nasib dan lalu mencoba meredam dampaknya, belum lagi sesama pejabat saling bertentangan,adu mulut dan lalu berujung saling lapor berdasarkan UU ITE. Sebuah senjata ampuh untuk membungkam orang-orang kritis pada pihak rezim berkuasa.

Kembali lagi pada awal topik, covid adalah tentang uang…uang mengubah dan lalu menguasai penduduk dunia yang hanya memiliki pemikiran cinta dunia…🤑🤑🤑

Diterbitkan oleh afnijasmine

Penulis pemula yang ingin terus belajar memperbaiki diri dan menemukan hal-hal baru yang membahagiakan...

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: