Senja di dusun sunyi

Pertama kali mulai menyadari keberadaan di bumi Allah ini, saat itu usiaku kira-kira empat tahun.

Aku melihat diriku dalam wujud bocah yang hanya memakai cawat sedang bermain di halaman depan rumah. Berlari kecil di bawah tempias hujan sore hari. Waduh, silhouette diriku tergambar jelas saat itu… Aku tersenyum sendu. Andai bisa kembali ke masa-masa tanpa dosa itu … huffffttt.

Lalu kulihat tangan hangat Nenek meraihku setelah berteriak menyuruhku masuk rumah, namun aku terus bermain-main di bawah hujan~dengan bibir yang kian biru menahan dingin … bbbrrrrrrrrr.

Kini aku berada dalam gendongan hangat Nenek.

Kakak terlihat santai sambil mulutnya mengunyah nasi suapan Kakek.

Sungguh indah masa itu.

Diterbitkan oleh afnijasmine

Penulis pemula yang ingin terus belajar memperbaiki diri dan menemukan hal-hal baru yang membahagiakan...

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: